Selasa, 12 Maret 2024

KUMPULAN MAKALAH PROGRAM MAGISTER UNIVERSITAS ISLAM ASSYAFI'IYAH JAKARTA

                                         MATA KULIAH : KAWASAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN 

JUDUL : 

LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN SISTEM

(Makalah kuliah Teknologi Pendidikan Univesitas Islam Assyafi'iyah Jakarta)

OLEH : RAHMAT GURET

PROGRAM STUDI : MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN


1. latar belakang

Perencanaan Pendidikan merupakan suatu proses yang mempersiapkan seperangkat Alternativ keputusan bagi kegiatan masa depan yang diarahkan kepada pencapaian tujuan dengan usaha yang optimal dan  mempertimbangkan  kenyataan-kenyataan yang ada di bidang ekonomi, sosial budaya serta menyeluruh suatu Negara.( Prof. Dr. Yusuf Enoch ). Dalam penentuan kebijakan sampai kepada palaksanaan perencanaan pendidikan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu : siapa yang memegang kekuasaan, siapa yang menentukan keputusan, dan faktor-faktor apa saja yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan. Terutama dalam hal pemegang kekuasaan sebagai sumber lahirnya keputusan, perlu memperoleh perhatian. Dengan demikian, perencanaan pendidikan dalam pelaksanaan tidak dapat diukur dan dinilai secara cepat, tapi memerlukan waktu yang cukup lama, khususnya dalam kegiatan atau bidang pendidikan yang bersifat kualitatif, apalagi dari sudut kepentingan nasional.

        Sistem sebagaimana didefinsikan adalah kumpulan atau sekelompok  elemen bebas yang bekerjasama untuk menyelesaikan tujuan tertentu. Definisi lain sistem adalah susunan yang saling berhubungan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi di desain untuk menyelesaikan fungsi yang telah di tentukan sebelumnya. ( Dimitris Chorofas, 1965 ). Berdasarkan kaidah ini, pendekataan sistem dalam perencanaan, ada elemen yang saling berhubungan, baik lantaraan proses maupun lantaran didisain strukturnya, sehingga setiap fungsinya merupakan satu kesatuan dan bekerjasama untuk menghasilkan suatu keluaran atau produk. Akibatnya seeorang perencana harus memperhatikan variabel dan kendala kritis, serta akibat interaksi antar  berbagai variable dalam sistem. Dalam kaitan ini, Kaufman (1973:10) menegaskan bahwa pendekatan system merupakan cara mengidentifikasi kebutuhan, menseleksi masalah, menyusun identifikasi persyaratan solusi masalah, membat beberapa alternative solusi, mengevaluasi hasil, merevisi persyaratan pada sebagaian atau seluruh system terkait dengan keterbatasan memenuhi kebutuhan.

 1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah adalah :

1.      Apa itu pendekatan sistem terhadap pendidikan.

2.      Bagaimana sistem-sistem dalam pendidikan.

 1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah yang diajuakan, maka penulisan makalah ini memiliki tujuan sebagai berikut:

1.      Untuk mengetahui sistem-sitem didalam pendidikan itu sendiri

2.      Memahami kaitannya dengan keuntungan pengembangan sistem dalam pendidikan

 

2. LANDASAN TEORI


1.2   PENDEKATAN SISTEM DAN SISTEM PENDIDIKAN

Pendekatan sistem merupakan suatu metode ilmiah, dimana proses pencapaian hasil atau tujuan logis dari pemecahan masalah dilakukan dengan cara efektif dan efisien. Menurut Reigeluth, pendekatan sistem adalah transaksi dari suatu urutan logis dari operasi untuk tujuan mengubah satu atau lebih faktor dalam suatu sistem. Penerapan pendekatan sistem ini dapat membantu mencapai suatu efek sinergitis dimana tindakan-tindakan berbagai bagian yang berbeda dari sistem tersebut bila dipersatukan akan memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan terpisah bagian demi bagian. Jadi, pendekatan sistem merupakan aplikasi pandangan sistem (system view or system thinking) dalam upaya memahami sesuatu atau untuk memecahkan suatu permasalahan secara lebih efektif dan efisien.

Pendekatan sistem dapat dihubungkan dengan analisis kondisi fisik (misalnya: sistem tata surya, rakitan mesin), dapat dihubungkan dengan analisis biotis (misalnya: jaring-jaring ekologis, koordinasi tubuh manusia), dan dapat dihubungkan dengan analisis gejala sosial (misalnya: kehidupan ekonomis, gejala pendidikan, pola nilai hidup). Analisis sistem sosial relatif lebih rumit dibanding analisis sistem fisik dan sistem biotis, sistem sosial seperti sistem pendidikan pada umumnya bersifat terbuka, yaitu suatu sistem yang mudah dipengaruhi oleh kejadian-kejadian di luar sistem (rentan terhadap pengaruh luar). Sebagai contoh, sistem persekolah yang mudah dipengaruhi oleh situasi/trend di masyarakat dan kebijakan pemerintah. Karakter sistem pendidikan yang bersifat terbuka ini menuntut konsekuensi penyelenggaraan pendidikan sekolah yang lebih kritis dan kreatif dalam mencari alternatif pengembangan secara berkesinambungan.

A.    BIDANG TELAAH SISTEM PENDIDIKAN

1.   Manajemen Sistem Informasi Pendidikan

1)      Pada Pelajar

a)      Menyediakan informasi tingkat, nilai, kesehatan, kehadiran dan faktor lainnya.

b)      Menyediakan informasi pengalaman-pengalaman di luar sekolah yang memiliki efek yang besar pada proses belajarnya, contohnya pendapatan dan pekerjaan orang tua siswa, karakteristik dari rumahnya dan lingkungannya.

c)      Menyediakan informasi yang membandingkan pencapaian siswa dengan siswa di sekolah lain.

d)     Menyediakan informasi kurikulum, ekstrakurikuler, pendidikan tambahan dan program-program yang ada hubungannya dengan masyarakat.

2)      Pada Staf

a)      Menyediakan informasi tentang keahliannya, rujukannya, dan persiapan pendidikannya.

b)      Menyediakan informasi untuk menugaskan dan mengatur jadwal mengajar.

c)      Menyediakan informasi pada fungsi sebenarnya yang di tampilkan guru.

d)     Menyediakan informasi tentang profil guru.

e)      Menyediakan informasi tentang potensi masing-masing guru yang memungkinkan bisa di kembangkan di masa depan.

3)      Pada Bangunan

a)      Menyediakan informasi lokasi, tipe, ukuran, kapasitas, struktur sistem, kontruksi, biaya pembangunan dan perawatan.

b)      Menyediakan informasi peralatan sekolah, umur, biaya dan kegunaan.

c)      Menyediakan informasi kualitas lingkungan, komunitas dan sebagainya.

4)      Pada Program-program

a)      Menyediakan informasi pada apa yang diselesaikan oleh, dimana di selesaikannya, oleh siapa? Berapa biayanya? berapa lama waktu yang di perlukan? apa tujuannya ?

b)      Menyediakan informasi tentang kurikulum yang tersedia, bagaimana prosedur evaluasi.

c)      Menyediakan informasi tentang efek dalam setiap proyek belajar mengajar.

d)     Menyediakan informasi yang membandingkan antara biaya dan keefektifan pada setiap proyek.

5)      Pada Keuangan

a)      Menyediakan informasi tenang penerimaan dan pengeluaran keuangan.

b)      Menyediakan informasi tentang pembelanjaan uang.

c)      Menyediakan informasi pembukuan dan laporan rutin.

d)     Menyediakan informasi tentang biaya proyeksi.

 

2.   Sistem Aktivitas Pendidikan

 

Pendidikan terdiri atas sekumpulan aktivitas yang merupakan suatu proses dan membentuk suatu sistem, yaitu sistem aktivitas pendidikan. Sistem aktivitas pendidikan mencakup aktivitas-aktivitas perencanaan kurikulum, perencanaan sumber daya, strategi program pembelajaran, interprogramming komunikasi sekolah, pelatihan pelayanan guru dan evaluasi. Hal ini kemudian di kelompokkan atas tiga kelompok Menurut Alwin Alrasyid, yaitu:

(1) Aktivitas di Tempat

(2) Jadwal yang Tepat

(3) Kurikulum dan Program Intruksi

 

3.    Sistem Komukasi Pendidikan

1)      Pada informasi itu sendiri

2)      Pada Sistem Fasilitas Pendidikan

3)      Pada Sistem Operasi Pendidikan

4)      Pada Sistem Manajemen

5)      Pada Sistem Pengontrolan Inventaris.

4.    Sistem Fasilitas Pendidikan

Sistem fasilitas pendidikan bertujuan untuk menyediakan lingkungan fisik yang dapat membantu tercapainya keberhasilan individu dalam proses pembelajaran. Analisis fasilitas termasuk pada fasilitas pendidikan yang disesuaikan dengan pergerakan penduduk. Untuk melakukan hal tersebut dapat di lakukan melalui beberapa model pendekatan seperti yang di kemukakan William yaitu model survei visual yang memperhatikan dua bagian pendekatan, yaitu :

a)      Mengidentifikasi karakteristik 3 dimensi dari peta kota.

b)      Menentukan signifikansi

5.    Sistem Operasional Pendidikan

Sistem operasional pendidikan mencakup segala sesuatu yang secara tidak langsung di lihat dalam proses pembelajaran, akan tetepi cukup membantu dan mendukung fasilitas pembelajaran diantaranya pelayanan perpustakaan, penyediaan buku-buku paket, konseling dan bimbingan siswa, pelayanan kesehatan dan lain-lain.

B.     KEUNTUNGAN MEMAKAI PENDEKATAN SISTEM

Keuntungan memakai Pendekatan Sistem, menurut Tim Depdiknas (1982 / 83:22) adalah sebagai berikut.

1)      Misi, sasaran, dan tujuan dapat dijabarkan lebih luas;

2)      Setiap program selalu dikaitkan dengan sasaran dan tujuan;

3)      Orientasi kegiatan selalu diorientasikan kepada hasil akhir;

4)      Perencanaan dipandang sebagai bagian dari keseluruhan kegiatan pendidikan;

5)      SDM dan SDdana digunakan lebih efektif sesuai alokasi kontribusinya pada pencapaian tujuan;

6)      Informasi untuk perencanaan dan pengambil an keputusan dapat dirancang dan dikelola secara terpadu, sehingga sasaran serta cara-cara pencapaiannya dapat lebih efektif dan efisien;

7)      Semua upaya diarahkan pada sasaran, sehing ga pemborosan dapat ditekan seminimal mungkin.

8)      Administrator dapat dinilai lebih objektif lantaran sasaran pekerjaan lebih jelas;

9)      Administrator dapat mengembangkan kreativitas dalam batas-batas kewenangan yang telah ditetapkan, sepanjang mereka tetap berorientasi pada tujuan akhir.

10)  Pertanggungan jawab dapat dirumuskan secara lebih jelas dan opersional.

11)  Umpan balik dapat diperoleh pada semua tingkat otoritas dalam organisasi pendidikan, sehingga penyimpangan dalam yusaha pencapaian tujuan dapat cepat diidentifikasi;

12)  Komunikasi antar komponen dapat dibina dengan lebih baik sehingga kesalahpahaman dapat dikurangi;

13)  Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab dapat dilaksanakan secara lebih baik. Secara lebih rinci, ciri-ciri yang terkandung dalam sistem atau pendekatan sistem, adalah:

1.      Adanya tujuan: Setiap rakitan sistem pasti bertujuan, tujuan sistem telah ditentu¬kan lebih dahulu, dan itu menjadi tolok ukur pemilihan kompo¬nen serta kegiatan dalam proses kerja sistem. Komponen, fungsi komponen, dan tahap kerja yang ada dalam suatu sistem meng¬arah ke pencapaian tujuan sistem. Tujuan sistem adalah pusat orientasi dalam suatu sistem.

2.      Adanya komponen sistem (selain tujuan):
Jika suatu sistem itu adalah sebuah mesin, maka setiap bagian (onderdil) adalah komponen dari mesin (sistemnya); demikian pula halnya dengan pengajaran di sekolah sebagai sistem, maka semua unsur yang tercakup di dalamnya (baik manusia maupun non manusia) dan kegiatan-kegiatan lain yang terj adi di dalamnya adalah merupakan komponen sistem. Jadi setiap sistem pasti memiliki komponen-komponen sistem.

3.      Adanya fungsi yang menjamin dinamika (gerak) dan kesatuan kerja sistem: Tubuh kita merupakan suatu sistem, setiap organ (bagian) dalam tubuh tersebut mengemban fungsi tertentu, yang keseluruhan¬nya (semua fungsi komponen sistem) dikoordinasikan secara kompak, agar diri kita dan kehidupan kita sebagai manusia berjalan secara sehat dan semestinya.

4.      Adanya interaksi antar komponen: Antar komponen dalam suatu sistem terdapat saling hubungan, saling mempengaruhi, dan saling ketergantungan.

C.    JENIS-JENIS SISTEM

Menurut Bertalanffy (1968)  Sistem terdiri atas dua jenis, yakni  sistem terbuka dan sistem tertutup. Masing-masing memiliki karakristik sendiri

1.      Karakteristik Sistem Terbuka yakni :

a)      Bersifat sinergis dengan lingkungan.

b)      Feedback, perbaikan terus menerus berdasar hasil balikan dari seluruh rangkaian kegiatan sistem.

c)      Cyclical, hal ini sebagai kelanjutan dari kegiatan korektif. Sistem bersifat mengulangi kegiatan sebelumnya atau repetitive.

d)     Creative, pendektan system bersifat kreatif "the system approach must be creative one that focuses on goal first and methods second"

e)      Negontropy. Sistem yang terbuka memiliki kekuatan penghalang dari kehancuran atau kemusnahan, manakala dipenuhi karakter dua di atas yakni kreatif dan repetitive. Dengan dua karakjter tersebut akan terjadi pertahanan dari dalam diri system (self defence).

f)       Steady state, yakni kemapanan, keajegan, keseimbangan internal saat  terjadi dinamika input-output.

g)      Growth and expancy, yakni tumbuh dan semakin meluas, sebagai akibat lanjutan (nurturant effect) dari karakter sistem yang kreatif dan negontrophic.

h)      Balance between  maintenance (beli, pelihara, rekrutmen dst.nya untuk bertahan hidup) and adaptive activities (perencanaan dan pengembangan, yang menghitung reali tas lapangan secara jeli dan teliti supaya sistem tetap berta han hidup).

i)        Equifinality. Dalam pendekatan sistem, terdapat kesamaan nilai dari ujung proses suatu kegiatan.  Input dapat memiliki keragaman  kualitas, namun karena diproses dengan perlakuan dan persyaratan yang sama, maka jenis dan kualitas outputpun, relative dalam level kualitas yang sama. (indicate to dynamic homeostatis, or the steady state).

2.      Karakteristik Sistem Tertutup, yakni :

Karakteristik Sistem tertutup sama sekali tidak berhubungan dengan sistem yang lain,  memiliki batasan yang jelas yang terpisah dari lingkungan tempat sistem berada (it does not have such interactions with environment).Dalam jangka waktu lama dan berkelanjutan, sesungguhnya system yang tertutup seperti mesin-pun tetap dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya.

D.    KEPENTINGAN PENDEKATAN SISTEM

Dengan melihat berbagai karakteristik sistem, baik yang terbuka maupun yang tertutup, kita dapat melihat beberapa keuntungan membuat perencanaan dengan pendekatan system sebagai berikut.

1)      Pendekatan sistem mengkonseptualisasi organisasi sebagai satu kesatuan, tidak terpisah-pisah, dan karenanya tidak dilihat dari bagian-bagiannya, maka Setiap bagian atau anggota bersikap sebagai suatu kesatuan;

2)      Terampil mengidentifikasi dan memahami lingkungan; kemudian diidentifikasi keterkaitannya kepada sistem yang dikelola;

3)      Memahami pentingnya stabilitas dan atau perubahan dari organisasinya;

4)      Merekayasa alternatif masukan dan proses kegiatan.


Harvey, LJ menegaskan kepentingan pendekatan sistem dalam membuat perencanaan dalam pendidikan sebagai berikut.

1)      Lembaga-lembaga pendidikan telah semakin kompleks dan semakin sulit untuk dikelola dengan cara-cara tradisional yang kurang berorientasi pada tujuan, untuk menyelesaikan tugas-tugas sesuai dengan tuntutan perkem bangan pendidikan.

2)      Perubahan semakin cepat sementara seorang administrator tidak mungkin menangani segala bidang. Karena itu perlu pendekatan baru.

3)      Kebanyakan perencana pendidikan bersifat amatir. Mereka disiapkan untuk jadi guru atau petugas pendidikan lainnya. Dalam keadaan demikian pendekatan system sangat diperlukan.

4)      Diperlukan penggunaan dana yang efisien dan efektif dalam menanggulangi kesalahan perencanaan dan pengelolaan pendidikan. Karena itu pendekatan system sangat diperlukan.

5)      Kepercayaan masyarakat terhadap organisasi pendidikan perlu ditingkatkan, melalui efisiensi dan efekyivitas kerja system pendidikan yang terencana.

Dengan melihat berbagai karakter system juga, kita dapat membuat catatan lain yakni bahwa bahwa system bukan segala-galanya. Keterkaitan dan ketergantungan antar unsure adalah satu hal, tapi keinginan perubahan yang drastis untuk membuat loncatan-loncatan baru adalah hal lain yang justru akan merubah konstruk dan konsep suatu organisasi yang sudah disistemkan.
Sejalan dengan keterangan tentang sistem tersebut  serta menyadari liputan kerja dalam kegiatan perencanaan yang cukup luas,  maka pekerjaan perencanaan dengan pendekatan sistem akan jadi terdukung untuk  menurunkan rincian kegiatan lainnya. Bentuk kegiatannya berawal dari mengidentifikasi kebutuhan, menyeleksi permasalah an, mengidentifikasi barang/ bahan/syarat pemecah an masalah, menginventarisasi berbagai kemungkinan pemecahan masalah, cara-cara melaksanakan kegiatan, menilai hasil kegiatan rancangan secara terus menerus, dan kesiapan untuk terus merevisi kebijakan yang salah, sehingga hasil akhir betul-betul dapat meminimalisasi kerugian yang mungkin ditimbulkan.

Tentu saja faktor waktu harus betul-betul dipertimbangkan. Jangan sampai terjadi, saking hati-hatinya mengidentifikasi, menyeleksi, merevisi, dan menilai hasil sementara, lantas keputusan atau kebijakan membuat perencanaan malah tidak pernah selesai.
Dalam dunia pendidikan Islam, pendekatan sistem dalam perencanaan  ini berarti  proses kegiatan memecahkan permasalahan pendidikan ummat secara rational logis, dengan mengidentifikasi dan memecahkan kembali permasalahan penting pendidikan. Semuanya diorientasikan pada sasaran atau tujuan yang akan dijangkau. Intinya terletak pada bagaimana membuat cara /alat/konsep berpikir yang mampu memecahkan masalah pendidikan ummat Islam secara sistimatik dan objektif. Segera harus diberi catatan, bahwa cara/alat/konsep berpikir tersebut akan sangat bervariasi, terkait dengan tingkat jangkauan pekerjaannya. Jangkauan dalam bentuk sasaran  kegiatan (purpose) berbeda dengan jangkauan tujuan akhir kegiatan (objective) dan tentu berbeda pula dengan tujuan komprehensif kegiatan yang dicapai melalui perencanaan strategi.

 

3. PENDEKATAN SISTEM DALAM TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN SISTEM   INSTRUKSIONAL

Dalam teknologi pendidikan dan sistem instruksional khususnya dalam upaya pemecahan masalah pembelajaran sebaiknya digunakan pendekatan sistem. Implikasi dari pendekatan sistem dimaksud adalah adanya pengembangan model-model Sistem Instruksional. Pemecahan yang dilandasi oleh Teknologi Pendidikan selalu dilandasi dengan penerapan prinsip pendekatan sistem artinya masalah-masalah yang dipandang sebagai suatu sistem atau dalam kaitan suatu sistem sehingga penanganan terhadap satu komponen harus mempertimbangkan komponen-komponen lainnya secara integratif.

3.2  PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN PRESTASI DOSEN BERDASARKAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Pendidikan tinggi di Indonesia merupakan subsistem pendidikan nasional yang berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu unsur dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi adalah dosen. Dosen merupakan tenaga akademik yang bertugas melaksanakan tridarma perguruan tinggi, yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan ipteks dan pengabdian pada masyarakat serta kegiatan penunjang.

Pada dasarnya ketiga tugas tersebut wajib dilaksanakan secara terpadu oleh dosen. Dalam penelitian ini dirancang sebuah Sistem Pendukung Keputusan untuk menilai prestasi dosen berdasarkan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Dalam proses penentuan prestasi dosen digunakan beberapa kriteria yaitu penelitian, pemakalah, penulis jurnal dan pengabdian pada masyarakat.

 4. PEMBAHASAN DAN PERMASALAHAN

 

4.1 model pembelajaran Number Head Together

Berdasarkan hasil penelitian bahwa hasil belajar siswa yang dibelajarakan dengan menggunakan metode belajar NHT lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran induvidual. Hasil penelitian ini pula menyatakan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan model pembelajaran dan tipe kepribadian terhadap hasil belajar. Secara praktis penelitian ini memberikan implikasi bukan hanya siswa tetapi juga bagi guru. Bahkan mungkin implikasi hasil penelitian ini tidak hanya terbatas bagi satu pelajaran tetapi mungkin juga untuk pelajaran yang lain.

Beberapa temuan peneliatian tersebut akan berimplikasi pada hal-hal sebagai berikut :

1.      Pemilihan model pembelajaran yang tepat bagi pelajaran.

2.      Interksi model pembelajaran dengan tipe kepribadian terhadap hasil belajar.

3.      Pemilihan model pembelajaran NHT bagi siswa tipe kepribadian ektrofret.

4.      Pemilihan metode pembelajaran NHT bagi siswa tipe kepribadian in- ektrofret.

Dalam menerapkan model pembelajaran koperatif (NHT) guru minimal harus memiliki sarat-sarat sebagai berikut :

1.      Kreatif dan mau terus belajar.

2.      Mampu mengolah waktu.

3.      Mampu mendorong para siswa untuk bekerja sama.

4.      Mampu meningkatkan kecakapan sosial pada siswa.

4.2 SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESI DAN FINLANDIA

Pendidikan di Indonesia menggunakan sistem akreditasi yang diberikan oleh pihak pemerintah, padahal di Finlandia yang dikenal sebagai negara dengan sistem pendidikan unggulan yang diakui di seluruh dunia, akreditasi sekolah terseut justru di dapatkan dari warga masyarakat itu sendiri. Dengan kata lain, jika sekolah tersebut mampu melahirkan anak yang semakin cerdas dan baik, maka akreditasi yang diberikan masyarakat pun akan bertambah baik pula, dan begitu pun sebaliknya. 

a.       Kurikulum 

Melihat kembali pada sistem pendidikan di Finlandia yang mana kurikulum dikemas sesuai dengan kelebihan atau pun keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing dari daerah yang dimilikinya, sehingga hal ini lebih mampu menonjolkan sisi kelebihan sekolah yang tersebut, Berbeda halnya dengan sistem pendidikan di Indonesia yang mana kurikulum tersebut justru di tetapkan oleh pihak pemerintah secara serentak dan kemudian dijadikan sebagai hal yang wajib untuk ditaati. 

b.      Ujian

Indonesia dikenal dengan ujian nasional yang tentunya wajib untuk dilakukan secara serentak, sedangkan di Finlandia, ujian nasional itu sendiri tidak ada, dan ujian justru dibuat atau disesuaikan dengan hasil dari proses pembelajaran yang telah diberikan pada anak didiknya masing-masing. 

c.       Standar nilai

Pendidikan di Indonesia menerapkan standar nilai dengan ketentuan nilai minimum tertentu, sementara di Finlandia, standar nilai tersebut justru tidak ada, karena hal ini berkaitan dengan kemampuan anak yang berbeda antara satu dengan lainnya. Lebih dari itu Finlandia justru lebih mengembangkan standar untuk bidang etika dan moral yang tentunya menjadi pondasi kuat untuk melahirkan bangsa yang kuat serta cerdas dan santun.

 

5. KESIMPULAN

sistem adalah transaksi dari suatu urutan logis dari operasi untuk tujuan mengubah satu atau lebih faktor dalam suatu sistem, Tentu saja faktor waktu harus betul-betul dipertimbangkan. Jangan sampai terjadi, saking hati-hatinya mengidentifikasi, menyeleksi, merevisi, dan menilai hasil sementara, lantas keputusan atau kebijakan membuat perencanaan malah tidak pernah selesai.
Dalam dunia pendidikan, pendekatan sistem dalam perencanaan  ini berarti  proses kegiatan memecahkan permasalahan pendidikan ummat secara rational logis, dengan mengidentifikasi dan memecahkan kembali permasalahan penting pendidikan. Semuanya diorientasikan pada sasaran atau tujuan yang akan dijangkau.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Dinn, W. (2008). Pengantar Pendidikan. Jakarta: Universitas terbuka.

Maidyos Uga Yanda (2015) “pengaruh model eksperimen dan kemandirian belajar terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan alam (IPA).”TESIS UIA”.

Mardi. (2011). Sistem Informasi Akuntansi. Bogor: Ghalia Indonesia.

Miarso, Y. (2011). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Mulyadi. (1993). sistem Akuntansi. Yogyakarta: STIE ( sekolah Tinggi penerbiatan sekolah tinggi ilmi Ekonomi YKPN).

Nur’aliyah  (2014), “Pengaruh penerapan model pembelajaran number hade thogether dan tipe kepriabadian siswa terhadap hasil belajar pendidikan agama islam” TESIS UIA”.

Pidarta, M. (2009). Landasan Kependidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Tirtarahardja, P. D. (2003). pengantar pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KUMPULAN MAKALAH PROGRAM MAGISTER UNIVERSITAS ISLAM ASSYAFI'IYAH JAKARTA

                                          MATA KULIAH :  KAWASAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN  JUDUL :  LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN SISTEM (Maka...