Kebijakan Khairun di bidang keagamaan perlu di apresiasi oleh dunia,
tercatat penulis dan tokoh Kristen Reformis (perubahan), Francois Valentijn,
menggambarkan Khairun sebagai “seorang pelaku pemerintahan yang bijaksana,
seorang prajurit pemberani, orang yang sangat hati-hati dalam menjalankan hukum
dan peraturan. Tapi, diatas semua kebesarannya itu, dia adalah pembela Akidah Islam
yang amat kuat”.
Reputasi Khairun sebagai
pembela akidah Islam terbukti setelah portugis memberikan gambaran yang salah
tentang dirinya. Khairun sendiri tidak tertarik terhadap Agama Kristen,
sekalipun beberapa bobato serta para bangsawan seperti Nyai Cili Nukula dan
suami keduanya, Sultan Bacan Alaudin I dan seluruh keluarganya serta Sangaji
Labuha dan Rakyatnya ramai-ramai mengkonversi Agama mereka menjadi Kristen.
Khairun sendiri berhubungan erat dengan Franciscus Xaferius, tatapi
tidak sampai terpengaruh olehnya. Kepada Xaferius ia pernah berkata, “Baik
Islam maupun Kristen punya tujuan yang sama. Oleh sebab itu, saya tidak perlu
menggantikan keyakinan saya dengan mengikuti keyakinan anda!” bahkan, Khairun
bermaksud mengirim putranya, Babullah untuk memasuki Sekolah Tinggi Jesuit
Kolese Santo Paulus di Goa. (Sumber : Kepulauan Rempah-Rempah, Adnan Amal )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar