MATA KULIAH :
LANDASAN PENDIDIKAN ISLAM
(Makalah kuliah Teknologi Pendidikan Univesitas Islam Assyafi'iyah Jakarta)
OLEH : RAHMAT GURET
Program Study : Magister Teknologi Pendidikan
A. LATAR
BELAKANG
Pada
jaman modern sekarang ini , masa dimana globalisasi tidak bisa di hindari. akan
tetapi, adanya perkembangan jaman itulah yang harus diterima dengan cara
memilih apa saja yang harus kita pilih
untuk memanusiakan manusia itu sendiri.
Belakangan ini konsep pendidikan
yang kurang efektif dan realitanya banyak di temukan di kota-kota besar. Memang
dalam ke ilmuan non agama bisa di
katakan unggul, akan tetapi, nilai spiritual yang ada sangat-lah tidak cocok
bila dikatan seorang pelajar Muslim.
Pendidikan dalam Islam
mengajarkan setiap manusia umumnya dan umat Islam hususnya untuk mencapai dan mewujudkan sebuah
tujuan yang sesungguhnya yaitu untuk selalu taat dan patuh kepada Allah SWT.
Ketidak patuhan inilah yang tidak memiliki dasar pendidikan.
Orang tua mempunyai peran penting untuk membimbing , membina dan
mendidik anknya untuk menjadi anak yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
Maka dari itu penulis akan menjabarkan
tentang konsep pendidikan Islam yang
telah di atur oleh agama Islam, agar bisa membentuk karakter dan potensi
manusia baik dari jasmaniayah maupun rohaniyah agar lebih baik lagi.
C. KONSEP
PENDIDIKAN ISLAM
Pendidikan
dalam Islam adalah suatu konsep pendidikan yang berlandaskan Agama Islam. Pendidikan Islam juga dapat di artikan pengenalan dan pengakuan yang secara
angsur ditanamakan kepada diri manusia. Menurut Al-Abkasy, pendidikan islam
adalah mempersiapkan diri manusia supaya hidup dengan sepurna dan bahagia,
mencintai tanah air, tegap jasmaninya, sempurna budipekertinya, pola
pemikirannya teratur dengan rapi, perasaanya halus, profesional dalam bekerja
dan manis tutur katanya.
Pendidikan
dalam bahasa Indonesia berasal dari kata “didik” dengan memberinya awalan “pe”
dan akhiran “an” mengandung arti “perbuatan” istilah pendidikan semula berasal
dari kata yunani yaitu “paedogogie”, yang berarti bimbingan yang diberikan
kepada anak. Istilah ini diterjemahkan kedalam bahasa inggris dengan
“education” yang berarti pengembangan atau bimbingan. Dalam Al-Qura’an tidak ditemukan kata al-tarbiyah,
namun terdapat istilah lain yang seakar dengannya, yaitu al-rabb, rabbayani,
murabbiy, yurbiy dan rabbaniy dengan kata kerja “rabba”. Pendidikan dalam
bahasa arabnya adalah “tarbiah wa ta “lim” sedangkan “pendidikan Islam” dalam
bahasa Arabnya adalah “tarbiyah Islamiyah.
Secara
terminologi pendidikan adalah.
Tarbiyah
Musthafa al_Maraghiy, membagi aktifitas al-tarbiyah dalam 2 macam “
1.
Tarbiyah
khalqiyah pendidikan yang terkait dengan pertumbuhan jasmani manusia yang dapat
dijadikan sebagai sarana dalam pengembangan rohaninya.
2.
Tarbiyah
diniah tah-zibiyyah pendidikan yang berhubungan dengan pembinaahn, pengambangan akhlak dan agama manusia, untuk
kelestarian diri sesama alam lingkungan dan relasinya dengan tuhan.
D. TUJUAN PENDIDIKAN
Tujuan pendidikan merupakan gambaran dari falsafah atau pandangan
hidup manusia, baik secara perseorangan
maupun kelompok. Membicarakan tujuan pendidikan akan menyangkut
sistem nilai dan norma-norma dalam suatu
konteks kebudayaan, baik dalam mitos,
kepercayaan dan religi, falsafah, ideologi, dan sebagainya.
Dalam
menentuan tujuan pendidikan ada beberapa
nilai yang perlu diperhatikan, seperti yang dikemukakan oleh Hummel (1977:39)
yaitu tujuan pendidikan harus mengandung
tiga unsur.
Pertama autonomy, yaitu memberi kesadaran,
pengetahuan, dan kemampuan secara maksimum kepada induvidu maupun kelompok,
untuk dapat hidup mandidri, dan hidup bersama dalam kehidupan yang lebih baik.
Kedua aquity (keadilan), berarti
bahwa tujuan pendidikan tersebut harus memberi kesempatan kepada seluruh warga
masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam kehidupan berbudaya dan kehidupan
ekonomi, dengan memberikan pendidikan dasar yang sama. Ketiga survival , yang berarti bahwa
dengan pendidikan akan menjamin pewarisan kebudayaan dari satu
generasi kegenerasi berikutnya.
Berdasarkan
ketiga nilai tersebut di atas, pendidikan mengemban tugas untuk menghasilkan
generasi yang lebih baik, manusia –manusia yang berkebudayaan. Manusia sebagai
induvidu yang memiliki berkepribadian yang lebih baik. Nilai-nilai diatas
menggambarkan pendidikan dalam suatu konteks yang sangat luas, menyangkut
kehidupan seluruh ummat manusia, dimana
di gambarkan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk menciptakan suatu kehidupan
yang lebih baik.
E. LANDASAN PENDIDIKAN
ISLAM
Dasar utama
pendidikan Islam tertuang dalam Al-Qura’an dan Sunnah Nabi
diatas dua pilar ini konsep dasar pendidikan
Islam. Titik tolaknya dimulai dari konsep manusia menurut Islam.
1. Al-Qur’an
Abdul Wahab Khallaf seperti yang di kutip ramayulis mendefinisikan
Al-Qur’an adalah “Qalam Allah yang diturunkan melalui malaikat jibril kepada
hati Rasulullah anak abdullah dan aminah dengan lafaz bahasa arab dan makna
hakiki untuk menjadi hujjah bagi rasulullah atas kerasulanya dan menjadi pedoman bagi umat manusia dengan
penunjukannya serta beribadah membcanya”.
Umat Islam sebagai suatu umat yang dianugrahkan
Tuhan suatu kitab suci Al-Qur’an, yang
lengkap dengan segala petunjuk yang meliputi seluruh aspek kehidupan dan bersifat universal, sudah barang tentu
dasar pendidikan mereka adalah bersumber kepada falsafah hidup yang berdasarkan
kepada Al-Qur’an. Pada masa awal
pertumbuhan Islam , Nabi Muhammad SAW adalah sebagai pendidik pertama,
telah menjadikan Al-Qua’an sebagai
dasar pendidikan Islam disamping sunnah beliau sendiri.
2. Sunnah
Sunnah dapat dijadikan dasar
pendidikan Islam karena sunah pada hakikatnya tidak lain
adalah penjelasan dan praktek dari ajaran Al-Qur’an itu
sendiri, disamping sunah merupakan sumber utama pendidikan Islam karena Allah SWT menjadikan Muhammad SAW
sebagai teladan bagi umatnya.
Menurut haidar P. Daulay dasar pendidikan Islam
adalah suatu konsep yang menggambarkan ciri suatu bentuk kebaikan dalam hal
yang nampak ataupun yang tidak terlihat.
F. MAKNA
PENDIDIKAN
Makna
pendidikan dapat dilihat dalam pengertian secara khusus dan pengertian secara
luas. Dalam arti khusus, Langeveld mengemukakan bahwa pendidikan adalah
bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk
mencapai kedewasaanya.
Dalam
undang-undang RI nomor 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional,
disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik
melalui kekgiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya
dimasa yang akan datang. Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan
kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusian indonesia
dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional.
Ada
beberapa prisip dasar tentang pendidikan
yang akan dilaksanakan :
Pertama,
bahwa pendidikan berlangsung seumur hidup. Usaha pendidikan sudah dimuali sejak
manusia lahir dari kandungan ibunya,
sampai tutup usia, sepanjang ia mampu untuk menerima pengaruh dan dapat
mengembangkan dirinya. Suatu konsekuensi
dari konsep pendidikan sepanjang hayat
adalah, bahwa pendidikan tidak identik dengan
persekolahan. Pendidikan akan berlangsung pada lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Kedua, bahwa
tanggung jawab pendidikan merupakan
tanggung jawab bersama semua manusia : tanggung jawab orang tua, tanggung jawab
masyarakat, dan tanggung jawab pemerinatah. pemerintah Tidak boleh monopoli
segalanya, bersama keluarga dan
masyarakat, pemerintah berusaha semaksimal mungkin agar pendidikan
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Ketiga, bagi manusia pendidikan merupakan suatu keharusan,
karena dengan pendidikan manusia akan
memiliki kemampuan dan
kepribadian yang berkembang , yang
disebut manusia seutuhnya.
Daftar Pustaka
Dauly, Haidar Putra, 2009;
Pemberdayaan Pendidikan Islam di Indonesai, Rinekacipta; Jakarta.
Hasan, Langgulung, 1980, Beberapa
Pemikiran Tentang Pendidikan Islam, Al-Ma’arif, Bandung.
Tafsir, Ahmad. 2001; Ilmu
pendidikan dalam perseptif islam, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.
Uyoh sadulloh, 2008 ; pengantar filsafat pendidikan, Alfabeta CV,
Bandung.
